Dosa yang Tetap Mengalir Walaupun Telah Meninggal | Bantu Bagikan!!

Dosa yang Tetap Mengalir Walaupun Telah Meninggal | Bantu Bagikan!! - Sahabat BlogBeruntung yang dimuliakan oleh Allah SWT pastinya tidak ingin dosanya tetap mengalir walaupun sudah dipanggil oleh Sang Pencipta. Maka dari itu saya mencoba membagikan postingan ini agar teman-teman tahu tentang hal tersebut dan berusaha agar menjauhinya.

Sebagai manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam  kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut  terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal  dosa bukanlah perkara main-main. Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya  yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.
Ilustrasi kuburan blogberuntung.blogspot.com

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada  orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meski Ia  sudah meninggal. 

Apa saja dosa-dosa itu, Berikut akan dipaparkan ;

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski  sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT  akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap  mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain. 

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala  sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa  jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan  orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan  semasa hidup. 

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa  yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan  segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh  Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12) 


1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga  yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan  paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus  jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori satu  kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan  itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya,  tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim). 

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di  lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan  motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun karena perbuatannya  ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa. 

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang  membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di  alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam  yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan  darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya). 

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan  pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih  banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus  mengalir hingga hari kiamat kelak.

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat
Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang  satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan  tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka  yang mempropagandakan kemaksiatan. 

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan  menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang  yang juga mereka sesatkan. 

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan  berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui  sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25) 

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan  hadis dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti  dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad  9398, Muslim 6980, dan yang lainnya). 

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi  propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang  menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah. 

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka?  Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka  selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia  sudah dikubur tanah. 

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain  untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia  tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya. 

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak  melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup tidak  hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun  perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal. 

Sumber : infoyunik.com

Demikian postingan ini saya bagikan kepada teman-teman semoga bermanfaat dan agar sekiranya kita tetap menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

Jangan lupa bagikan juga kepada teman yang lain agar mereka juga tahu!!

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

close